DARI MISOGNIS MENUJU SETARA: EVOLUSI PEMBEBASAN PEREMPUAN DALAM SEJARAH ISLAM

  • FIKRIA NAJITAMA
Keywords: evolusi, historisitas, relasi, perempuan, laki-laki

Abstract

Tulisan ini membahas mengenai evolusi relasi antara laki-laki dan perempuan dalam sejarah nalar Islam. Berkaitan dengan relasi laki-laki dan perempuan dalam pemikiran Islam, selama ini lebih banyak menyandarkan dalam dimensi normativitas. Para ulama dan akademisi awal dan pertengahan dalam mendiskusikan relasi laki-laki dan perempuan lebih pada aspek kajian atas al-Qur’an dan teks-teks keagamaan secara normative. Tentu saja hasilnya memiliki nuansa patriarkhi yang begitu kuat karena teks tersebut lahir dalam konteks yang bersifat patriarkhi. Namun kenyataan superioritas laki-laki atas perempuan dengan melihat pada dimensi normativitas agama agaknya tidak bisa dipertahankan tanpa melihat aspek dimensi historisitasnya. Pendekatan historis akan memberikan informasi lebih signifikan mengenai konteks dan dinamika perubahan secara periodik mengenai posisi perempuan. Karena pada dasarnya, perubahan mengenai posisi perempuan bisa disandingkan dengan pola pengharaman terhadap khamar yang bersifat evolutif. Logika ini bisa dihubungkan dengan pola historis bagaimana perbudakan yang ada dalam justifikasi teks-teks keagamaan juga tidak lagi berlaku dalam realitas kehidupan kontemporer. Dengan demikian dengan menggunakan teori progress, relasi laki-laki dan perempuan pada dasarnya juga bersifat evolutif, yakni dari nalar misoginis menuju nalar marjinal dan berakhir pada nalar kesetaraan.

Published
2016-08-01